Berita
Merdunya Suara Burung dan Segarnya Udara di Taman Buru Masigit Kareumbi


Print


Suara berbagai burung dan serangga hutan yang khas terdengar ketika memasuki sebuah kawasan hutan konservasi. Udara sejuk karena posisinya di dataran tinggi, serta ditumbuhi berbagai pohon-pohon besar, membuat suasana hutan semakin kental. Hutan tersebut bernama Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK), kawasan konservasi dibawah naungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat bekerja sama dengan Perhimpunan Pendaki Gunung dan Penempuh Rimba Wanadri.

TBMK merupakan kawasan konservasi hutan hujan tropis yang terletak sekitar 40 Km dari pusat Kota Bandung. Kawasan konservasi yang terletak di Kampung Leuwiliang, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung ini memiliki luas total hingga 12.420 hektar. Saking luasnya, TBMK masuk dalam tiga wilayah kabupaten di Jawa Barat yaitu Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang. Kondisi hutan yang masih asli dan terjaga, memberikan suasana yang jarang didapatkan masyarakat perkotaan.

Jaraknya yang tidak terlalu jauh dengan pusat Kota Bandung, kawasan TBMK bisa dimanfaatkan masyarakat Kota Bandung untuk berwisata ditengah-tengah suasana hutan yang khas. Pengunjung bisa memanfaatkan bumi perkemahan dan rumah pohon di TBMK, untuk bermalam menikmati keheningan malam di tengah hutan. Jauh dari hiruk pikuk perkotaan, diluar jangkauan sinyal telepon, dan jaringan listrik yang terbatas menjadikan TBMK tempat yang cocok untuk menjauhkan diri dari rutinitas harian.

Pengunjung kawasan TBMK tidak hanya difasilitasi oleh tempat kemah dan rumah pohon untuk bermalam, pengunjung juga bisa memanfaatkan fasilitas outbound yang disediakan pengelola. Jika ingin merasakan sensasi pendakian gunung, pengunjung bisa mendatangi Curug Sabuk dengan ditemani pendamping dari TBMK. Jalan menanjak menuju Curug Sabuk, menjadikan liburan di kawasan TBMK semakin berbeda. Salah satu pengunjung TBMK, Muhammad Halim (19) merasakan suasana berbeda ketika menghabiskan akhir pekan di TBMK.

“Tempatnya nyaman buat liburan, soalnya ditengah-tengah hutan. Buat saya jarang-jarang main di alam kaya gini, bisa camping ceria bareng teman-teman sambil bakar-bakaran di api unggun. Beda deh suasanyanya,” kata Halim.

Selain bisa merasakan bermalam dan berwisata di tengah hutan, pengunjung juga bisa melihat langsung kehidupan Rusa di habitat aslinya. Kawasan TBMK juga dijadikan tempat konservasi hewan Rusa, terdapat sebuah kawasan konservasi Rusa yang luas. Dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dari Kantor Resort Kareumbi, pengunjung akan menemukan sebuah rumah yang digunakan untuk mengontrol keadaan dan kesehatan Rusa.

Dari rumah Rusa tersebut, pengunjung bisa datang untuk melihat Rusa dari dekat. Pengunjung juga diperbolehkan untuk memberi makan atau sekadar memegang Rusa. Rusa-rusa yang ada di penangkaran ini dirawat untuk mengembalikan populasi Rusa di TBMK. Sesuai namanya, dahulu TBMK sering dimanfaatkan para penembak dan pemburu untuk menembak Rusa yang ada. Aktivitas pemburuan membuat populasi Rusa di TBMK semakin menurun, sehingga usaha konservasi dilakukan.

Ikut Serta Menjaga Kelestarian Hutan

Melalui TBMK, setiap orang bisa turut serta dalam menjaga kelestarian hutan melalui program wali pohon. Wali pohon merupakan program konservasi hutan untuk mengembalikan hutan yang telah gundul akibat penebangan besar-besaran di TBMK beberapa tahun yang lalu. Orang yang mengadopsi pohon untuk ditanam di wilayah TBMK mendapat sebutan wali pohon. Sejak tahun 2009, BBKSDA dan Wanadri terus berupaya mengajak masyarakat untuk melestarikan hutan di kawasan TBMK.

Proses untuk menjadi wali pohon tidak sulit, cukup dengan datang ke kantor pengelola TBMK atau dengan mengisi formulir di website resmi TBMK, jika tidak bisa datang langsung ke TBMK. Dengan donasi sebesar Rp50.000,- per satu pohonnya, setiap orang sudah bisa menjadi wali pohon. Jumlah pohon untuk ditanam wali pohon tidak dibatasi, bila wali pohon ingin menanam diatas 100 pohon maka akan disediakan plot tersendiri.

Plot merupakan pembagian-pembagian wilayah wali pohon yang kemudian akan dinamakan sesuai wali pohon yang menanam pada plot itu. Bila menanam dibawah 100 pohon, pohon akan ditempatkan di plot bersama, bercampur dengan pohon yang ditanam wali pohon lainnya. Sedangkan untuk jenis pohon yang ditanam di area wali pohon TMBK merupakan jenis pohon endemik di kawasan TBMK seperti Raksamala, Manglid, Puspa, Cangkudu, dan Kisireum.

Setelah menanam, wali pohon tidak perlu khawatir akan keberadaan pohon yang ditanamnya. Pohon yang sudah ditanam akan dirawat oleh pengurus pohon TBMK, bila pohon mati atau rusak akan diganti oleh pengurus pohon. Wali pohon akan menerima nomor sertifikat yang bisa digunakan untuk memantau pohon yang ditanam melalui website resmi TBMK.
Sumber : http://jabar.tribunnews.com/2017/01/06/merdunya-suara-burung-dan-segaranya-udara-di-taman-buru-masigit-kareumbi



   

Berita Lainnya

Teater Senapati Terpilih Sebagai Grup Terbaik Festival Drama Musikal Remaja
Seta Gugur
Pameran Mobil Kuno 2017
Automotive Photo Contest
Launching Tour de Linggarjati 2017


Kembali Ke Index Berita