Berita
Curug Cibodas dan Kreasi Petani Kopi


Print


Jika sedang melancong di kawasan Lembang, Kab. Bandung Barat, jangan hanya berkutat di tempat wisata yang itu-itu saja. Cari tantangan lain. Berjalanlah sekitar 10 kilometer ke arah timur kota, melewati Maribaya, menyusuri lahan-lahan perkebunan sayuran. Temukan sebuah tempat bernama Kampung Gandok, Desa Suntenjaya, Kec. Lembang.

Di tempat itulah terdapat kawasan wisata baru, Curug Cibodas, sorga bagi para pecinta traveling bernuansa alam. Jarak dari Jalan Raya Gandok sekitar 2,2 kilometer. Air terjun yang berada di lingkungan KPH Bandung Utara tersebut baru ditata pada bulan November 2016 dan dibuka untuk umum sebulan kemudian. Inilah objek wisata alam ke-30 yang dibuka Perum Perhutani untuk masyarakat luas.

Tapi lokasi wisata ini sering disebut secara kurang tepat. Banyak orang menyebutnya Curug Luhur. Padahal Curug Luhur dan Curug Cibodas adalah dua nama yang berlinan dan tempatnya berjauhan. Curug luhur lokasinya lebih jauh, sekitar 3 kilometer dari gerbang masuk. Sementara Curug Cibodas bisa ditempuh sekitar 20 menit, sebab lokasinya hanya berjarak sekitar 700 meter dari gerbang.

Curug Cibodas sendiri memiliki beberapa nama, misalnya Curug Bellarosa, Curug Keraton, atau Curug Hulu Sirah Cibodas.

“Namun yang betul, berdasarkan tradisi masyarakat di sini, ya namanya Curug Cibodas. Walaupun lokasinya berada di Desa Suntenjaya, tutur Hidayat Palintang, salah seorang pemandu wisata setempat.

Untuk mencapainya tidaklah sukar, meskipun jika menggunakan kendaraan roda empat akses jakan kurang mendukung. Setelah membeli tiket Rp 5.000 per orang di pos penjagaan, maka jalan setapak di tengah hutan pinus yang rimbun, dengan mudah menuntun para pengunjung. Begitu keluar dari hutan pinus, pelancong akan disambut kemunculan “jamur-jamur raksasa”, tak lain adalah atap-atap saung tempat beristirahat yang terbuat dari rumbia.

Saung jamur menjadi salah satu elemen yang memperindah kawasan yang ditata dengan konsep taman tersebut. Suasana eksotis alam pedesaan begitu terasa. Apalagi penataan tidak didominasi semen dan besi. Material yang digunakan benar-benar memanfaatkan sumber daya alam setempat, gelondongan kayu, dahan, ranting dan bebatuan. Menara pandang, pagar, bangku, sarana bermain anak, spot-spot untuk berfoto, semuanya menggunakan kayu-kayuan.

Petani Kopi

Curug Cibodas dengan ketinggian 20 meter dan berundak tiga, airnya memang tidak terlalu besar dan deras. Keindahannya tampak ketika luncuran air makin melebar ke bawah mengikuti ukuran batu. Terlebih lagi jiga indahnya kucuran air dinikmati dari menara pandang. Pengunjung pun bisa leluasa berada di batu, di atas aliran curug, karena sekelilingnya ada pagar pengaman. View dari atas curug ke bawah tidak kalah eloknya.

Lalu siapa yang menata demikian bagusnya? Penataan dan pengelolaan kawasan wisata ini dilakukan para petani kopi yang tergabung dalam Kelompok Tani Eka Harapan. Anggotanya berjumlah 28 orang, tapi yang aktif sekitar 18 anggota. Desainnya dibuat Nandang Kosim, yang tiada lain ketua kelompok tani bersangkutan.

“Kebetulan saya senang membuat dekorasi, termasuk dekorasi untuk hajatan. Ya saya terapkan saja di alam,” kata Nandang.

Mereka mengaku menata kawasan itu dengan biaya swadaya, seadanya. Termasuk melapisi jalan setapak dengan batu kali atau membuat jembatan di atas sungai dari kayu. Jika berhitung biaya dan keuntungan, sangat jauh tanah ke langit. Bagi hasil dari penjualan tiket terlampau kecil mereka terima. Namun para petani itu mengerjakannya dengan sebuah kesadaran dan harapan untuk memajukan desa mereka.

Kerja keras mereka tidak sia-sia. Curug Cibodas makin dikenal para wisatawan. Namanya hilir mudik di media sosial.

“Kalau mengacu pada karcis masuk yang terjual, maka jumlah pengunjung sudah mencapai sekitar 4.100 orang dalam kurun waktu lima bulan terakhir ini. Kalau enam curug lainnya yang di sekitar ini dibuka dan ditata juga, saya kira tempat ini akan semakin dikenal dan didatangi wisatawan,” tutur Nandang Kosim.
Sumber : http://www.galamedianews.com/wonderful-indonesia/138664/curug-cibodas-dan-kreasi-petani-kopi.html



   

Berita Lainnya

Angklung Orkestra Festival Digelar Kabupaten Kuningan
Kembangkan Geopark, Pemkab Sukabumi Jalin Kerja Sama dengan FKB TelU
Pangandaran Dipadati Masyarakat yang Munggahan
Jelang Ramadan, Pelabuhan Ratu Diserbu Wisatawan
Merasakan Keseruan Terbang Sambil Nikmati Pemandangan Kawasan Munjul dari Ketinggian


Kembali Ke Index Berita