Berita
15 Ribu Orang Kunjungi Pameran Kreasi Kertas Daluang, Wisatawan Asing Pun Datang lho


Print


BANDUNG - Lbih dari 15 ribu orang sudah mengunjungi pameran kertas daluang bertajuk 'Hidden Treasure : Daluang, Fuya, dan Tapa' yang diselenggarakan Museum Sri Baduga Bandung sejak tanggal 24 Agustus hingga 13 September 2017.

Baru dua minggu dibuka, jumlah pengunjung pameran sudah melebihi target. "Kita menargetkan selama tiga minggu ada 10 ribu pengunjung. Tapi ini baru dua minggu sudah 15ribu pengunjung," ujar Ester Miori, Kepala Museum Sri Baduga kepada wartawan, Rabu (5/9/2017).

Pameran ini menampilkan berbagai jenis kreasi dan kerajinan yang dibuat menggunakan kertas daluang. Kertas daluang adalah kertas yang dibuat dari bahan dasar kulit kayu yang kemudian diolah sedemikian rupa hingga menjadi sebuah kertas.

Kreasi yang dipamerkan pada pameran ini di antaranya ada naskah kuno, Alquran, serta pakaian tradisional dari Sulawesi dan Kalimantan. Pengunjung pameran ini pun beragam, mulai dari pelajar, mahasiswa, wisatawan lokal, hingga wisatawan mancanegara.

"(Wisatawan) Ada dari Belgia, Australia, dan lain-lain jadi berkunjung juga ke sini. Wisatawan asing yang saya lihat mereka memperlihatkan kebanggaan, ketakjuban yang mereka lihat di pameran ini," ujar Ester Miori.

Dalam pameran, wisatawan tidak hanya sekedar diperlihatkan hasil kreasi dari kertas daulang, tapi juga diberikan kesempatan untuk menulis dan menggambar di atas kertas daulang.

Bagi Anda yang masih bingung mencari destinasi wisata edukasi, Pameran 'Hidden Treasure : Daluang, Fuya, dan Tapa' dapat menjadi alternatif. (*)
Sumber : http://jabar.tribunnews.com/2017/09/06/15-ribu-orang-kunjungi-pameran-kreasi-kertas-daluang-wisatawan-asing-pun-datang-lho



   

Berita Lainnya

Pencinta Burung Siap-siap Ramaikan Taman Sri Baduga, Ada Festival Burung
Pesona Situ Cisamping Pangandaran dan Cerita di Balik Namanya
200 Orang Bersihkan Tahura
Festival Keraton Nusantara XI Genjot Kunjungan Wisatawan ke Cirebon
Bangga! Indonesia Raih 2 Penghargaan di Kompetisi Video Pariwisata Dunia UNWTO


Kembali Ke Index Berita