Hong 25

04-08-2015 Jawa Barat 25324 baca

Print


Permaian kucing-kucingan seperti ini disejumlah daerah juga disebut ucing peunpeun atau ucing 25. Karena anak yang dinyatakan sebagai kucing setelah diundi melalui suit, suten atau hompimpa, anak tersebut di tutup matanya, atau bila tidak ditutup maka anak tersebut harus menghitung sampai 25 dan teman - temannya yang lain berusaha untuk bersembunyi. 
Bila dalam upaya pencarian ada anak lain yang berhasil menyerang sarangnya, maka anak tersebut kembali mengulangi hitungannya dan kali ini hitungan ditentukan oleh rekannya. Caranya, anak yang kucing terlebih dahulu menutup mata dan salah seorang anak yang berhasil menyerang sarangnya mendapat tugas untuk memberikan tebakan dengan menyentuh temannya yang kucing dengan salah satu bagian anggota tubuh. Bila tidak dapat ditebak, maka anak tersebut harus menghitung sesuai keinginan anak yang mendapat tugas membuat tebakan. Sedangkan bila tertebak anak yang kucing kembali menghitung hingga 25 sambil menutup matanya dan setelah selesai kembali mencari rekan - rekannya yang bersembunyi. Permainan baru dapat diakhiri bila si anak yang kucing mampu menemukan semua rekan-rekannya yang bersembunyi.
 Disejumlah daerah Hong 25 lebih dikenal dengan istilah petak umpet. Tata cara dan aturan main tidakjauh beda dengan Hong 25. Dimulai dengan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi "kucing" (berperan sebagai pencari teman  - temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 25, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apa saja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi. 
Setelah hitungan sepuluh, mulailah ia beraksi mencari teman-temannya tersebut. Jika ia menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya yang dia temukan tersebut. Yang seru adalah, ketika ia mencari ia biasanya drama korea terbaru harus meninggalkan tempatnya (base?). Tempat tersebut jika disentuh oleh teman lainnya yang bersembunyi maka batalah semua teman-teman yang ditemukan, artinya ia harus mengulang lagi, di mana-teman-teman yang sudah ketemu dibebaskan dan akan bersembunyi lagi. Lalu si kucing akan menghitung dan mencari lagi.
 Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. Dan yang pertama ditemukanlah yang menjadi kucing berikutnya. Ada satu istilah lagi dalam permainan ini, yaitu 'kebakaran' yang dimaksud di sini adalah bila teman kucing yang bersembunyi ketahuan oleh si kucing disebabkan diberitahu oleh teman kucing yang telah ditemukan lebih dulu dari persembunyiannya.
 

 



Objek Wisata Lainnya