Situs Joglo dan Gua Sarongge (Seikh Zaenudin)

21-03-2013 Kabupaten Tasikmalaya 23781 baca

Print


Situs/Lokasi khas ziarah Joglo (Seikh Zaenudin) dan Gua Sarongge berlokasi di Desa   Bantarkalong Kecamatan Cipatujah. Berjarak sekitar 60 Km dari pusat kota Tasikmalaya, luas area sekitar 1 Ha.  Seikh Zaenudin adalah murid Sekh Abdul Muchyi Pamijahan yang menyebarkan Agama Islam di wilayah Jawa Barat Selatan.

 
GUA SARONGGE, LINGKUNGAN, DAN KARAKTERISTIKNYA
 
Gua Sarongge menurut Aja ( Juru pelihara) mungkin telah ada sebagaimana aslinya sejak bumi diciptakan Allah SWT.
Untuk mencapai gua dari jalan raya bisa ditempuh dengan jalan setapak naik ke Makam Syekh Zaenuddin kurang lebih 100 meter kemudian bagi yang senang bertualang gua dapat dicapai dengan menaiki mobil atau sepeda motor, melalui lingkungan topograf naik turun. Diatas Gua Sarongge sendiri sebagian ditumbuhi oleh kebun hak milik warga masyarakat, dan sebagian lagi tanah milik desa, dengan lingkungan sekelilingnya adalah kebun dan sawah.
Bagi para pengunjung Gua, sebelum masuk gua diharuskan mengikuti tata tertib yakni harus mempunyai Wudhu dan seseorang dari rombongan harus melantunkan adzan didepan pintu gua, dan membaca bacaan-bacaan lain yang ditentukan.
 
Gua Sarongge mempunyai karakteristik yang unik yang bisa kita saksikan didalam gua, profil berikut ini.
 
Nama Gua                 : Sarongge/Gua Sunan Rahmat
Letak Kordinat           : 108º 04’ 52.7” BT 07º 39’ 29.4” LS
Ketinggian               : 228 meter DPL
Kampung/Dusun            : Cirangkong/Sarongge
Desa/Kecamatan           : Bantarkalong/Cipatujah
Kabupaten/Provinsi       : Tasikmalaya/Jawa Barat
Laut/Gunung terdekat     : Hindia/Pasir Langit
Bentuk mulut gua         : Segiempat(amorf)
Ukuran mulut gua         : 1,8 x 0,8 meter
Panjang lorong gua       : 112 meter(lorong utama)
Lebar lorong gua         : 08 - 34 meter
Letak mulut gua/lorong   : Tebing/horizontal
Kapasitas memuat         : 10 – 100 orang
Derajat kesulitan        : Mudah
Kepemilikan tanah        : Tanah Desa
Juru kunci saat ini      : Dedi Abdullah, Drs.
 
Pemanfaatan gua saat ini : untuk kegiatan wisata ziarah
 
Tempat lainnyadalam gua, yang diyakini masyarakat sekitar merupakan  tempat
bersejarah, antara lain :
 
1. Batu Harum. Batu sebesar batu asahaan menempel di dingding gua. Bila dicium atau hidung kita cukup dekat maka bau harum akan terasa. 
2. Paimbaran. Mimbar tempat berkhotbah termasuk lapangan yang rata dan cukup luas untuk menampung 100-200 para pendengar khotbah atau shalat berjamaah. Sekarang sering dipergunakan oleh perorangan atau rombongan untuk bertawakal.
3. Kubah Mesjid. Kubah ini merupakan lobang diatas langit-langit gua, yang diameter bawahnya kurang lebih satu meter, makin keatas makin 
Sumber : Disparbud Kab. Tasikmalaya


Objek Wisata Lainnya