Jembatan Cirahong

28-06-2016 Kabupaten Tasikmalaya 23340 baca

Print


Jembatan Cirahong adalah jembatan kereta api yang terletak di perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis, tepatnya di Manonjaya, Tasikmalaya. Jembatan Cirahong mulai dibangun pada tahun 1893 yang merupakan bagian dari pembangunan rel kereta api jalur Selatan di Pulau Jawa oleh Pemerintah Belanda. Jembatan ini melintas diatas Sungai Citanduy yang merupakan perbatasan dari kedua kabupaten tersebut.


PENJAJAHAN BELANDA DAN WARISAN KONSTRUKSI NYA
Jembatan yang memiliki panjang 202 meter ini merupakan jembatan yang unik, karena memiliki 2 fungsi. Bagian atas jembatan berfungsi untuk lalu lintas kereta api, sedangkan bagian bawah jembatan berfungsi untuk lalu lintas kendaraan roda dua dan roda empat, namun kendaraan yang melintas harus bergantian masuk, karena ukuran jembatan yang sempit. Dahulu kala, Belanda membangun Jembatan Cirahong agar jalur rel kereta api lintas Selatan Pulau Jawa dapat melewati Kota Ciamis. Pada waktu itu, sekitar 1880-an, Belanda membangun jalur kereta api di seluruh Pulau Jawa untuk memperlancar pengangkutan hasil perkebunan yang akan diekspor. Konon, ketika pembangunan rel kereta api itu sudah sampai di Tasikmalaya, R. A. A. Kusumadiningrat yang waktu itu baru pensiun dari jabatannya sebagai Bupati Ciamis, melihat kesempatan untuk mempercepat kemajuan Usul pun disampaikan kepada pihak Belanda agar jalur kereta api itu dapat melewati Kota Ciamis. Belanda memenuhi permintaan itu. Namun, diperlukan jembatan untuk menyeberangi Sungai Citanduy di tempat terdekat dari Kota Ciamis agar biayanya lebih hemat. Dengan bermodalkan peta dasar dan data dasar lainnya, pada tahun 1893 Belanda memanfaatkan celah sempit Citanduy di daerah Cirahong sebagai tempat untuk membentangkan jembatan kereta api menuju Kota Ciamis. Di tempat itu terdapat bentangan untuk jembatan yang terpendek, alasan lainnya Belanda membangun bentangan jembatan disisi tersebut adalah pertimbangan bahwa batuan yang terdapat di dasar sungai merupakan batuan keras yang cocok untuk fondasi jembatan. Akhirnya, jembatan Cirahong dapat diselesaikan dan masih berdiri dengan megahnya hingga hari ini.

KEUNIKAN JEMBATAN CIRAHONG
Kekhasan lain dari Jembatan Cirahong adalah sifatnya yang berfungsi ganda selain sebagai rel kereta api juga sebagai jembatan kendaraan umum. Betapa Belanda sangat diuntungkan oleh sistem perangkutan kereta api ini. Selain mengangkut hasil perkebunan, dengan jalur kereta api ini Belanda juga sangat efektif mengontrol kawasan jajahannya, terutama wilayah yang berada di pedalaman dan di bagian Selatan Pulau Jawa. Bahkan pada masa penjajahan Belanda, Jembatan Cirahong dapat dilewati tank-tank dengan ukuran kecil, akan tetapi tidak pernah sekalipun terjadi pertempuran di jembatan tersebut. Yang paling terkenal itu petempuran di Gunung Cupu (Ciamis). Jembatan ini merupakan jalur alternatif dari Tasikmalaya menuju Ciamis lewat Manonjaya dan sebaliknya. Jembatan Cirahong merupakan satu-satunya jembatan peninggalan Belanda di Kabupaten Ciamis. Jembatan Cirahong dibuka untuk umum selama 24 jam. Sejumlah petugas berjaga selama 24 jam, mengatur arus kendaraan yang akan melintas di atas Jembatan Cirahong. Di masa liburan sekolah maupun liburan hari raya intensitas kendaraan yang melintas bisa 10 kali lipat dari biasanya.
 



Objek Wisata Lainnya