Perkebunan Teh Malabar

31-12-2016 Kabupaten Bandung 24818 baca

Print


Perkebunan Malabar seluas 2.022 hektare ini setiap hari dapat mengolah 60.000 kilogram pucuk teh. Pemasarannya sembilan puluh persen ke luar negeri. Perkebunan teh Malabar telah dibuka sejak tahun 1890-an oleh Preangerplanter bernama Kerkhoven yang sebelumnya sudah membuka perkebunan teh di daerah Gambung, Ciwidey. Akan tetapi, popularitas kawasan Kebun Teh Malabar berkembang dengan pesat dan memuncak setelah Kerkhoven mengangkat sepupunya, Karel Albert Rudolf Bosscha, untuk menjadi administratur perkebunan ini pada tahun 1896, ia mendirikan dua pabrik teh dan menjadikan perkebunannya sebagai perkebunan yang maju. Bosscha pun menjelma menjadi “Raja Teh Priangan”.
SEJARAH
Selama 32 tahun masa jabatannya di perkebunan teh ini, Bosscha telah mendirikan dua pabrik teh, yaitu Pabrik Teh Malabar yang saat ini dikenal dengan nama Gedung Olahraga Gelora Dinamika dan juga Pabrik Teh Tanara yang saat ini dikenal dengan nama Pabrik Teh Malabar. Setiap jam sembilan pagi, Bosscha biasa duduk di kursi di depan rumah, berjemur sambil membaca koran sebelum mulai berkeliling mengawasi para pekerjanya. Tempat peristirahatan terakhir Karel Albert Rudolf Bosscha atau yang sering dikenal dengan Tuan Bosscha berada tepat di tengah-tengah perkebunan Malabar, tak jauh dari Mess Bosscha, dan Gunung Nini. Hal ini sesuai dengan pesan terakhir Bosscha yang ingin dimakamkan di tengah-tengah perkebunan.Bosscha yang lahir pada 15 Mei 1865 di Den Haag, wafat di Malabar, 26 November 1928. Selain berperan memajukan industri teh tanah Priangan, Bosscha juga berperan dalam membangun gedung Societeit Concordia (Gedung Merdeka), Observatorium Bosscha, dan Technische Hoogeschool (Institut Teknologi Bandung).
AKTIVITAS
Keindahan kebun teh ini tak perlu diragukan lagi. Sejauh mata memandang, hamparan hijau pohon teh laksana permadani hijau raksasa. Selain menikmati pemandangan alami kebun teh, pengunjung juga dapat mengunjungi Tea Corner yang menjual teh, souvenir, dan beragam oleh-oleh khas Malabar juga belajar mengenai bagaimana memproses daun teh mentah menjadi teh berkualitas internasional.

by. Hidayat Ayatulloh



Objek Wisata Lainnya