Sintren

05-08-2011 Kabupaten Cirebon 24492 baca

Print


Apakah Anda hanya ingin menonton, atau Anda berani ambil bagian dalam pertunjukan khas Cirebon yang satu ini? Sintren adalah sebuah tarian berbau mistis/magis yang bersumber dari cerita cinta kasih antara Sulasih dan Raden Sulandono. Sulandono adalah putra Ki Baurekso hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari. Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih seorang putri dari Desa Kalisalak, namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Ki Baurekso, akhirnya R. Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian pertemuan antara keduanya masih terus berlangsung melalui alam roh. Pertemuan tersebut diatur oleh ibu Sulandono, Dewi Rantamsari dengan memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih. Pada saat itu pula lah Sulandono yang sedang bertapa dipanggil roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan di antara Sulasih dan Sulandono.
Sesuai tradisi, Sintren diperankan seorang gadis yang masih suci, dibantu oleh pawangnya dan diiringi gendin. Si penari akan dimasuki roh bidadari sehingga si penari akan menari dalam keadaan trance (kesurupan). Sesuai pengembangan tari Sintren sebagai hiburan budaya maka kesenian ini dilengkapi dengan penari pendamping dan bador (lawak).
Pementasan Sintrén diawali dengan seorang gadis yang menari dengan pakaian seadanya (biasanya berkaus putih) ditemani dua dayang. Lalu nyanyi-nyanyian pun ditembangkan. Seorang dalang kemudian mengikat sintren dengan tali di sekujur tubuhnya sambil membaca mantra khusus. Lalu sintren akan pingsan dan dalam keadaan terikat, ia dimasukkan ke dalam kurungan ayam (yang diselubungi kain diluarnya) diiringi bacaan mantra sang dalang dan tembang-tembang.
Sesaat kemudian kurungan dibuka dan tiba-tiba sintren tersebut sudah memakai pakaian khas penari sintren lengkap dengan memakai kacamata hitam. Dalam keadaan trance Sintren akan terus menari, bahkan ia sanggup menari diatas kurungan ayam yang terbuat dari bambu. Selama menari inilah para penonton diperkenankan menari bersama Sintren dan memberinya uang saweran. Tarian ini berakhir ketika dalang membuat gadis tersebut tak sadarkan diri, dan memasukkannya kembali ke dalam kurungan. Saat dibuka, si gadis sudah kembali berpakaian seperti semula dan dalam kondisi terikat di sekujur tubuhnya persis seperti pada saat awal ia dimasukkan dalam kurungan.
Kesenian Sintren ini kini menjadi sebuah pertunjukan langka bahkan di daerah kelahiran Sintren sendiri. Oleh karenanya, siapa pun yang menonton Sintrena termasuk Anda akan menjadikannya pengalaman yang tak terlupakan.
Lokasi:  
Telepon: 
Email:
Internet:
Arah:  
Fasilitas: 
Jam Buka:
Tutup:
Tiket:
Informasi Lebih Lanjut:
 



Objek Wisata Lainnya