Bengberokan

05-08-2011 Kabupaten Cirebon 25172 baca

Print


Jenis kesenian bernama cukup unik ini pada awalnya dilakukan sebagai bagian dari upacara ruwatan dalam menanggulangi Pageblug (epidemi penyakit), menempati rumah baru, dan lain sebagainya. Namun demikian, dewasa ini pertunjukan Burokan lebih banyak dipakai dalam memeriahkan pesta khitanan atau perkawinan. 
Bengberokan merupakan kedok yang dibuat dari kayu. Bentuknya mirip dengan buaya. Anda akan mendapatkan warna kedoknya yang merah dengan mata besar yang menyala, dengan mulut dapat digerakan (dibuka-tutup) sehingga menghasilkan bunyi "plak-plok". Tubuhnya terbuat dari bekas karung beras yang dijahit sedemikian rupa sehingga mampu menutupi pemainnya, dan mengesankan tubuh binatang yang besar dan berbulu (ditambahi ijuk dan serpihan tambang), kemudian disambung kayu yang dibuat mirip seperti ekor dengan warna belang-belang merah putih, runcing sehingga ujungnya mirip ekor ikan cucut.
Pelajari makna yang dapat disimpulkan dari pertunjukan Berokan ini. Pertama, makna mistis yang berfungsi sebagai media penolak bala yang menjadi awal mula fungsi Berokan. Kedua, makna sinkretis karena Berokan digunakan sebagai media dakwah pada masa awal penyebaran syiar Islam di wilayah Cirebon. Ketiga, makna teatrikal karena Berokan beraksi menari, mengejar, dan memainkan kepalanya serta berbaur dengan spontanitas penonton yang merasa takut bercampur gembira. Keempat, makna universal, karena Berokan memiliki kemiripan bentuk dengan Barongsay dan Chilin dari Cina, mahluk-mahluk naga dari Eropa Purba. Sungguh suatu pagelaran yang banyak mengandung nilai-nilai dan simbol.
Lokasi:  Seluruh Kabupaten Cirebon
Telepon: 
Email:
Internet:
Arah:  
Fasilitas: 
Jam Buka:
Tutup:
Tiket:
Informasi Lebih Lanjut: Mama Taham, Desa Sliyeg, Kecamatan Tambi, Indramayu
 



Objek Wisata Lainnya