Gamelan Sakati

12-12-2011 Kabupaten Cirebon 21580 baca

Print


 

Gamelan sakati atau sekaten memiliki latar belakang sejarah yang cukup panjang. Gamelan ini sifatnya ritual yang tak sembarangan ditabuh, digunakan hanya pada acara tertentu saja. Munculnya gamelan ini berhubungan erat dengan masa awal penyebaran agama Islam oleh para wali di tanah Jawa pada jaman kerajaan Demak Bintara dan Cirebon abad ke-15. Gamelan ini ditabuh secara keras di halaman Masjid Agung milik kerajaan yang bertujuan untuk menarik perhatian penduduk agar memeluk agama Islam, sebagai agama baru yang dianggap Iebih baik.
Gamelan Sakati sekarang terdapat di keraton Kasepuhan dan Kanoman di Cirebon, Keraton Surakarta, dan Keraton Yogyakarta. Kesemuanya mengaku bahwa gamelan sakati sebagai miliknya yang berasal dari keraton Demak. Dalam pemerintahan raja-raja selanjutnya gamelan-gamelan ini kemudian dibuatkan pasangannya, sehingga masing-masing mempunyai dua perangkat. 
Gamelan sakati di keraton Kasepuhan dan Kanoman Cirebon secara tradisi dipercaya berasal dari Demak Bintara tahun 1495 sebagai hadiah perkawinan Ratu Mas Nyawa (putri Raden Patah, raja Demak) dengan Pangeran Bratakelana (putra Sunan Gunung Jati dari istrinya Syarifah Bagdad).  Di keraton Kasepuhan, gamelan sakati di antaranya ditabuh pada hari raya ledul Adhha bulan Haji (Zulhijah) di bangunan Sri Manganti saat sultan bersama kerabatnya menuju Masjid Agung Sang Ciptarasa untuk sholat `led. Sedangkan di keraton Kanoman gamelan sakati ditabuh pada bulan Mulud (Rabiul Awal) dalam upacara ritual Muludan (Panjang Jimat). 
Waditra yang terdapat dalam gamelan sakati Cirebon adalah: bonang, saron, bedug, cekebres, goong, kemanak, dan kebluk. Penclon bonang diletakkan satu deret dalam dua ancak. Ancak kadang-kadang diletakkan memanjang atau menyambung di antara keduanya, tetapi kadang-kadang diletakkan berdampingan, sehingga nayaga (penabuh) duduk secara berhadapan. Lagu-lagu gamelan sakati menurut tradisi dibuat oleh Sunan Kalijaga.  
Lokasi:  Keraton Kasepuhan dan Kanoman Cirebon
Telepon: 
Email:
Internet:
Arah:  
Fasilitas: 
Jam Buka:
Tutup:
Tiket:
Informasi Lebih Lanjut:
 

 



Objek Wisata Lainnya