Teater Masres

05-08-2011 Kabupaten Indramayu 21588 baca

Print


Nikmati sajian menarik yang menggabungkan antara Barat dan Timur melalui Teater Masres. Akulturasi kebudayaan Eropa yang dibawa Portugis pada abad ke-16 dengan kebudayaan Indramayu ternyata membuahkan suatu jenis sandiwara yang manis, yaitu “Tonil”. Unsur Barat tercermin dari setting panggungnya, sementara musiknya diambil dari kesenian gamelan lokal.
Yang menarik, nama Masres diambil dari nama jenis kain yang bertekstur halus, yang dipergunakan dalam setiap pertunjukannya sebagai dekorasi. Dulu kain-kain tersebut hanya berupa kain-kain polos yang diberi warna dan dinamai Masres kuning, Masres hijau, Masres merah, dan lain-lain. Sejalan dengan perubahan bentuk pertunjukannya, dekorasi kain yang berbentuk polos kini menjadi dekorasi terlukis yang disebut layar / kelir (backdrop). Layar bukan sekedar pelengkap artistik atau hanya tontonan belaka akan tetapi merupakan gambaran realitas kehidupan yang dituangkan dalam bentuk visual (lukisan) dan memperkuat jalan cerita.
Panggung grup-grup sandiwara ini umumnya berukuran 8 x 10 meter, dengan tinggi sekitar 1 meter. Atapnya dibuat dari besi, atau bambu, dengan terpal pelindung. Di bagian belakang dipasang 8 sampai 10 kelir (layar) yang digantung di atas panggung. Anda akan melihat bahwa masing-masing kelir menggambarkan aneka suasana, seperti interior keraton, hutan belantara, atau pemandangan desa.
Lokasi:  seluruh Kabupaten Indramayu
Telepon: -
Email: -
Internet:  -
Arah: -
Fasilitas: -
Jam Buka: -
Tutup: -
Tiket: -    
Informasi Lebih Lanjut: -

 



Objek Wisata Lainnya