Celempungan

05-08-2011 Kabupaten Tasikmalaya 24827 baca

Print


Saksikan pertunjukan Celempungan pada acara-acara hajatan seperti selamatan khitanan, pernikahan atau pesta kenegaraan, serta upacara-upacara penting lainnya. Penyajian Celempungan seperti pertunjukan Kiliningan atau Degung. Selain waditranya yang terbuat dari bambu (awi gombong/ bambu besar), ditambahkan pula dua buah Kacapi (Kacapi Indung dan Kacapi Anak), Rebab, Tarawangsa, kadang-kadang Suling atau Goong Buyung (Goong Duduk atau Komodong), dan Goong Angkog. Lagu-lagunya pun mirip lagu-lagu pada Gamelan Salendro/ Pelog (Kiliningan atau Degung).
Bambu gombong atau jenis kayu tertentu berukuran diameter antara 20 cm dan panjang 40 cm. Tabung tersebut ujungnya di tutup bagian atasnya (beungeut atau mukanya) terbentang dua buah senar yang di buat dari rotan atau sejenis itu. Kedua dawai ini di hubungkan oleh Sumbi, yaitu sepotong kayu berukuran 1 x3x5 cm, yang di tempatkan pada nawa (lubang pada muka celempung). Pada pinggir salah satu dinding tabung Celempung tersebut di beri pula lubang sebagai pengatur atau mengolah suara. Sebagai penegang atau pengencang dawai di ujung tabung tersebut diletakkan tumpang sari atau inang yang merupakan sebagai pengatur nada. Celempung ini berfungsi sebagai kendang pada Celempungan. Seperti halnya fungsi Kendang pada Kiliningan atau Degung Kawih.
Istilah Celempung sendiri, atau Ciblon, merupakan tiruan dari suara percikan air yang berasal dari beberapa orang gadis desa ketika mandi di kali atau sungai.
Lokasi:  -
Telepon: -
Email: -
Internet: -
Arah:  -
Fasilitas: -
Jam Buka: -
Tutup: -
Tiket: -    
Informasi Lebih Lanjut: -



Objek Wisata Lainnya