Gending Karesmen

11-08-2011 Kota Bandung 21578 baca

Print


Nikmati alunan gending Karesmen. Kesenian ini dirintis sejak tahun 1927 oleh R. Memed Kartabrata. Gending Karesmen merupakan perpaduan dari beberapa unsur seni, seperti seni sastra, yang berupa naskah cerita atau lakon dalam bentuk prosa liris, yaitu karya sastra yang dapat diungkapkan melalui nyanyian. Dialog para pemain gending Karesmen di panggung disampaikan dengan nyanyian (Sekaran).
Anda akan mendengarkan tema dan isi cerita gending Karesmen yang biasanya diambil dari cerita pantun Sunda, cerita legenda, atau sempalan kejadian yang ada di masyarakat Tatar Sunda, di antaranya Lutung Kasarung, Mundinglaya Dikusumah, Sangkuriang, dan Nyi Pohaci Sanghiyang Sri.
Namun ada pula gending Karesmen yang sepenuhnya berkawih Sunda, yaitu karya H. Koko Koswara/ Mang Koko, yang lagu-lagu dan liriknya diciptakan sendiri. Dalam karyanya tersebut, Mang Koko selalu memasukkan unsur-unsur guyonan, sehingga enak untuk ditonton ataupun didengar dan tentunya tidak menjenuhkan, baik bagi para penonton, pendengar maupun bagi para pemain itu sendiri. Hasil ciptaan Mang Koko di antaranya Si Kabayan jeung Raja Jimbul, Nyai Darsimah dan Pangeran Jayakarta.
Anda akan melihat waditra yang dipergunakan dalam gending Karesmen adalah kecapi siter atau kecapi parahu (kacapi indung), suling atau rebab, goong dan kendang. Tetapi, bisa juga digunakan perangkat waditra lengkap seperti gamelan degung atau gamelan salendro, serta gamelan pelog.
Lokasi:  -
Telepon: -
Email: -
Internet: -
Arah:  -
Fasilitas: -
Jam Buka: -
Tutup: -
Tiket: -
Informasi Lebih Lanjut: -

 



Objek Wisata Lainnya