Batik Ciamis

31-05-2011 Kabupaten Ciamis 24500 baca

Print


Ciamis memiliki tradisi turun temurun dalam sejarah
kerajinan batik. Ada yang menyebutnya sudah ada
sejak Kerajaan Galuh berjaya. Tapi,
yang pasti, ini sudah berlangsung
sejak beberapa abad silam.
Batik Ciamis memiliki karakter dan corak batik
yang berbeda dengan batik Garut dan Tasik. Batik
ciamisan tampil sederhana tapi penuh wibawa.
Kesederhaan ini tak lepas dari sejarah keberadaannya
yang banyak dipengaruhi daerah lain, seperti
ragam hias pesisiran dari Indramayu dan Cirebon.
Selain itu, pengaruh batik nonpesisiran, seperti
dari Solo dan Yogyakarta, tak kalah dominan.
Pengaruh dari wilayah pesisir dan nonpesisir
yang berpadu dengan nilai-nilai budaya Sunda
dan kehidupan sosial sehari-hari masyarakat
Ciamis melahirkan ragam motif batik ciamisan
yang sesuai dengan gaya dan selera masyarakat
setempat, bersahaja tetapi elegant.
Alhasil, corak batik ciamisan tidak memiliki
makna filosofi, perlambang, nilai sakral, atau
menunjukkan status sosial tertentu. Penciptaan
motif atau ragam hias batiknya lebih ditekankan
pada ungkapan kesederhanaan untuk memenuhi
kebutuhan sandang masyarakat. Kesederhanaan
itu tertuang dalam bentuk-bentuk yang terinspirasi
dari alam sekitar dan kejadian sehari-hari
Motif batik di daerah Ciamis antara lain rereng
lasem, parang sontak, rereng seno, rereng sintung
ageung, kopi pecah, lepaan, rereng parang rusak,
rereng adu manis, kumeli, rereng parang alit, rereng
useup, rereng jenggot, rereng peuteuy papangkah



Objek Wisata Lainnya