Topeng Panji

02-08-2011 Kabupaten Cirebon 25533 baca

Print


Kedok topeng Panji berwarna putih. Karakternya halus (liyep, lenyep). Wajahnya tanpa ornamentasi yang rumit dan kelihatan polos. Sunggingan di matanya disebut wiji bonténg (biji ketimun) dan tatapannya liyep; pandangannya merunduk dan senyumnya dikulum. Raut wajahnya (wanda) menunjukkan seseorang yang alim. Jika ia bertutur kata, suaranya lirih dan lemah-lembut. Kedok ini, (dan sekaligus tariannya), menggambarkan seorang manusia yang baru lahir. Kedok tersebut sebanding dengan tokoh Arjuna, atau Rama dalam cerita wayang Purwa.
Anatominya mengikuti anatomi manusia. Masing-masing bagian wajah mempunyai ukurannya sendiri. Pembuat kedok tradisional, mengukur anatomi kedok dengan jejarinya, misalnya: bagian dahi selebar empat jari yang dirapatkan; jarak bagian mata dengan sesumpil selebar jari telunjuk; ukuran panjang hidung sepanjang ruas ibu jari yang ditekukkan; jarak antara lubang hidung dengan bibir atas selebar jari kelingking; lebar mulut sebesar jari telunjuk; dan lebar dagunya sebesar jari telunjuk dan jari tengah yang dirapatkan.

Sumber : Toto Amsar Suanda



Objek Wisata Lainnya