Cara Bali – Lagu Ajéng Karawang

12-12-2011 Kabupaten Karawang 24486 baca

Print


 Cara Bali adalah salah satu lagu pada ensambel ajéng di Karawang (dan Bogor). Cara Bali juga merupakan lagu yang paling rumit, tapi pokok, yang harus dimainkan pertama pada setiap pertunjukan ajéng. Jika grup ajéng main mulai malam-hari, pagi berikutnya, dan kemudian juga malam penutup, lagu ini akan dimainkan tiga kali. Ia dinamakan ―Cara Bali‖ karena memang kita bisa dengar adanya persamaan dengan gamelan Bali, baik secara rasa (―sentimen‖) maupun secara teknis. Dalam lagu ini kita dapatkan aksen-aksen kuat dalam tempo yang sering tidak reguler, tidak ber-meter, bahkan tidak ber-ketukan. Selain itu, yang juga kuat nuansa Bali-nya adalah adanya dua set gendang dimainkan berhadapan secara interlocking (isi-mengisi). Nama lain yang juga biasa digunakan untuk lagu ini adalah Sora Bali (―Suara Bali‖). Karena itu, kata ―cara‖ dari nama lagu ini mungkin berarti ―gaya,‖ ―teknik,‖ atau ―seperti‖ musik Bali.

Konon, antara Sunda dan Bali di wilayah sekitar Betawi ini, pada abad 17 dan 18 banyak prajurit dari Bali (selain dari Jawa dan Madura) didatangkan Sultan Agung untuk menyerang Batavia. Untuk keperluan itu, Sultan Agung mengembangkan sistem pertanian-sawah sebagai sarana logistik. Setelah perang usai (yang pada akhirnya gagal atau kalah itu), para prajurit itu banyak yang terus bermukim di situ. Jika ini benar, maka campurnya gaya main gamelan Bali dan Sunda itu bukanlah suatu yang ―kebetulan‖ saja, melainkan terdukung pula oleh adanya peristiwa sejarah sosial-politik.
Lepas dari itu, lagu Cara Bali adalah yang paling unik. Ia tidak masuk pada kelompok (gaya) lagu-lagu lainnya seperti rancag, gambangan, dalam repertoar lagu ajéng. Ada beberapa bagian yang main hanya tarompét (double reed, lidah-ganda), atau instrumen lain seperti bonang, yang kemudian disusul oleh instrumen lainnya dengan awalan gendang. Dalam Cara Bali ini pula yang paling terdapat banyak perpindahan lagu (melodi), sehingga ia merupakan suatu rangkaian dari lagu-lagu (suite). Tapi, yang juga mirip dengan lagu-lagu ajéng lainnya, banyak bagian mulai dari tempo yang relatif lamban, secara gradual mencepat, hingga cepat sekali ketukannya, yang kemudian beralih lagi pada bagian lain dengan tempo lambat atau non-metrik.
 


Objek Wisata Lainnya