Jaka Bluwo - Cerita Panji

12-12-2011 Kabupaten Cirebon 21578 baca

Print


Di dusun Pesawahan, Jaka Bluwo menjadi seorang petani. Kerjanya menanam labu, oyong, dan cabe. Ketika ia tengah mencangkul, kakinya terkena ayunan cangkul sendiri. Pacul disembahnya sampai akhirnya luka di kakinya sembuh.
Nyi Randa Miskin mengirim Bluwo dan teman-temannya yang juga selamanya bertani. Ia menemukan wulung membawa ayam dan kemudian dipelihara sampai menjadi ayam aduan. Ketika ayamnya diadukan, ayamnya lari, namun larinya ke depan sampai menabrak kuali pembatik. Bluwo mengetahui bahwa yang membatik adalah puteri cantik, Lara Ketuwon. Ia jatuh cinta dan meminta kepada ibunya (Nyi Randa Miskin) bahwa ia ingin kawin dengan puteri tersebut.

Di dusun Pesawahan, Nyi Randa Musajem dan Laraketuwon sedang menceritakan tentang banyaknya orang yang melamar puteri, namun semuanya ditolak, termasuk Jaka Bondan. Kemudian datanglah Jaka Bluwo melamar dan lamarannya diterima puteri Laraketuwon. Ketika Jaka Bluwo tengah bertunangan dengan Laraketuwon, datanglah Klana yang juga ingin melamar puteri tersebut. Ketika ia melihat puteri tengah berduaan dengan orang yang dianggapnya jelek, Klana kemudian marah. Terjadilah peperangan antara Jaka Bluwo dan Klana. Jaka Bluwo dipanah, akhirnya berganti rupa menjadi Panji. Peperangan diteruskan lagi antara Panji dan Klana. Klana akhirnya dapat dikalahkan. 



Objek Wisata Lainnya