Jaka Buntek - Cerita Panji

12-12-2011 Kabupaten Cirebon 26154 baca

Print


Di Dusun Pagedangan, Nyi Randa Miskin bekerja sebagai tukang nener dan tukang jaring. Sehari-harinya ia mencari ikan di sungai dan suatu waktu ia mendapatkan ikan buntek. Ikan itu aneh karena bisa bicara, maka oleh Nyi Randa Miskin ikan itu diangkat menjadi anak. Ikan itu kemudian diberi nama Jaka Buntek. Sementara itu, Jaka Buntek tahu bahwa Klana masih penasaran kepada Dewi Candrakirana. Oleh sebab itu, ia kemudian menyuruh ibunya Nyi Randa Miskin untuk melamar Candrakirana ke negara Orawan. Nyi Randa Miskin pun pergi ke Orawan, namun sebelumnya ia mampir dulu di dusun Pejarakan untuk menemui temannya tukang batik, Nyi Randa Musakat.
Di negara Orawan, Ratu Lembu Jaya Miluhur dan para kadang bercerita, bahwa puteri Candrakirana sedang memunyai keinginan yang susah untuk dipenuhi. Tiba-tiba datanglah Nyi Randa Miskin dan menghaturkan niatnya untuk melamar puteri Candrakirana untuk anaknya. Ketika ditanya ratu siapa nama anaknya, Nyi Randa Miskin menjawab bahwa anaknya bernama Jaka Buntek, seekor ikan. Tentu saja ratu marah seraya mencabut keris. Nyi Randa akan dibunuhnya. Demang Melaya Kusumah melerainya dan ratu disuruh masuk ke dalam keraton. Kemudian Demang Melaya Kusumah berkata, bahwa atas nama kakak Dewi Candrakirana siapapun yang bisa memenuhi permintaannya maka ia akan menjadi jodohnya. Permintaan itu adalah lawang kepet kupua tarung, leregan mandala giri, lan pajangan bangsalkencana. Nyi Randa Miskin pun balik untuk menceritakan keinginan puteri.
Di Pagedangan, Jaka Buntek tengah menunggu kedatangan Nyi Randa Miskin. Setibanya di Pagedagan, Nyi Randa menyampaikan permintaan puteri Candrakirana. Buntek menyanggupinya dan ia pun menyuruh lagi Nyi Randa pergi ke Orawan sambil membawa jimat Ping Gading tanpa rorosan. Setibanya di Orawan, ia kemudian menyerahkan permintaan puteri namun hanya berupa pring gading tanpa rorosan. Tentu saja ratu marah dan pring (bambu) tersebut dilemparkan ke arah Nyi Randa Miskin, namun tidak kena dan pring mengenai pintu. Tanpa dinyana, pring itu hilang seketika dan menjadi segala yang diminta puteri tadi. Ratu kaget, kemudian penasaran. Ia pun meminta satu hal lagi, dan apabila tidak bisa memenuhinya maka ia akan dihukum. Nyi Randa pun pulang lagi. Setibanya di dusun Pagedangan, Nyi Randa kembali mengutarakan keinginan ratu, bahwa ia harus menyediakan satria sakembaran. Nyi Randa akhirnya disuruh untuk menemui Retna Komala di negara Banjarsari. Ia meminta agar Retna Komala bisa menggendong Jaka Buntek. Mereka akhirnya pergi ke Orawan. Ketika permintaan ratu terpenuhi, akhirnya Jaka Buntek diterima sebagai jodohnya Candrakirana. Namun ketika akan dikawinkan, datanglah Prabu Klana yang merasa masih penasaran terhadap Candrakirana. Peperangan tak bisa dielakkan. Jaka Buntek dipanah Klana dan berganti rupa menjadi Rd. Panji. Peperangan dilanjutkan antara Panji dan Klana. Klana akhirnya dapat dikalahkan. 


Objek Wisata Lainnya