Jaka Penjaring - Cerita Panji

12-12-2011 Kabupaten Cirebon 19569 baca

Print


Di negara Orawan, ratu dan Kili tengah membicarakan banyaknya orang yang melamar puteri Candrakirana. Prabu Lembu Jaya Miluhur merasa bingung karena ada 25 negara yang melamar puteri, termasuk raja Kasabrangan, Prabu Klana Singa Sudarsa. Kemudian ia memanggil Candrakirana dan menanyakan siapa yang akan diterimanya. Candra-kirana hanya meminta, bahwa barang siapa yang bisa mengalahkan seekor Gajah maka ialah yang akan menjadi jodohnya.
Gajah tersebut berada di Wantilan, dan bukan gajah sembarangan, bernama gajah Pergoti yang asalnya dalam cerita Parikesit dan berganti nama menjadi Gajah Suandana. Ia memang ditugaskan untuk menghadapi para pelamar puteri.
Di alun-alun Camara, para pelamar, termasuk Klana, semuanya berusaha untuk mengalahkan gajah tersebut, namun gajah mengamuk dan semuanya tidak ada yang kuat menghadapinya. Para pelamar akhirnya bubar.
Di Pedukuhan, Jaka Penjaring tengah dikerumuni para gadis yang mencintainya. Masing-masing ingin menjadi istrinya. Ketika datang Nyi Randa Miskin, gadis-gadis diusirnya, karena sebenarnya ia juga jatuh cinta terhadapnya. Jaka Penjaring adalah anak angkat Nyi Randa Miskin yang ia temukan di tengah hutan. Nyi Randa berterus terang bahwa ia mencintai Jaka Penjaring, malah ia mengajak untuk berbuat tidak selayaknya sebagaimana ibu terhadap anaknya. Tentu saja Jaka Penjaring menolak dan oleh sebab itu ia akhirnya diusir.
Jaka Penjaring pergi dan tiba di tengah hutan. Namun Nyi Randa Miskin akhirnya juga merasa menyesal, ia pun segera mencari anaknya.
Ketika Jaka Penjaring tengah berada di tengah hutan, ia bertemu kembali dengan ibunya. Pada suatu saat datanglah seorang yang akan mencuci pakaian dan seorang yang berjualan minyak. Keduanya menyuruh Nyi Randa untuk mencucikan pakaian tersebut dan menjualkan minyak. Namun Nyi Randa malah menyuruh Jaka Penjaring untuk mencuci pakaian tersebut dan juga jualan minyak. Karena ia tak terbiasa, cucian semuanya hanyut. Demikian pula tanggungan minyaknya tumpah. Nyi Randa Miskin masih merasa penasaran terhadap anaknya. Ia pun kembali merayu Jaka Penjaring untuk berbuat tidak senonoh. Namun ketika tengah merayu, datanglah Gajah Suandana dan Nyi Randa dilemparkannya sampai jatuh di tempat yang sangat jauh. Jaka Penjaring kemudian disuruh menunggangi gajah tersebut dan ia dibawa ke Orawan untuk dipertemukan dengan Dewi Candrakirana.
Setibanya di Orawan, kemudian Panji disuruh masuk ke dalam keraton dan dipertemukan dengan Candrakirana. Jaka Penjaring ditanya asal-usul oleh Prabu Lembu Jaya Miluhur. Ia mengaku berasal dari Jenggala, anaknya Prabu Tambak Baya. Lembu Jaya ingat hubungan masa lalu yang kurang baik dengan Tambak Baya, akhirnya Jaka Penjaring diusir dari Orawan. Candrakirana kemudian jatuh sakit. Jaka Penjaring kemudian sampai di tengah hutan. Ia bertemu dengan Dewa Narada dan disuruhnya menyamar menjadi orang jelek dan berganti nama menjadi Rudamala. Ia juga disuruh bertapa di jurang goda merdana di bawah pohon randu kombala. 


Objek Wisata Lainnya