Jaka Simping - Cerita Panji

12-12-2011 Kabupaten Cirebon 20387 baca

Print


Di Banjar Kemelaten, Raden Jaka Simping dan istrinya yang bernama Dewi Rajauju tengah berbincang-bincang. Ia kedatangan Kili Paduganata yang menyarankan, bahwa orang yang masih baru menjadi suami istri harus menghadap kepada ratu dan harus berpakaian baik agar segala yang diharapkan tak ada halangan.
Jaka Simping ditemani Patra Jaya menuruti perintah Kili demikian pula istrinya. Mereka pergi ke Jenggala untuk menghadap ratu Tambak Baya. Sebenarnya mereka tidak mau bepergian karena Kili dianggap sekongkol dengan kakaknya untuk berbuat tidak baik terhadapnya.
Ketika mereka bertiga berada di tengah hutan, bertemu dengan Dewa Narada. Kata Narada, jika ingin bertemu dengan istrinya ia harus menyamar menjadi ronggeng. Kemudian Jaka Simping menyamar menjadi ronggeng dan ia ngamen di pasar Orawan. Kili tiba tiba dan membawa puteri masuk ke dalam keraton. Sedangkan ronggeng yang tengah ngamen di pasar ditangkap dan dibawa ke keraton. Kemudian ia disuruh masuk ke keraton untuk tidur bersama puteri. Hal ini diketahui Sinjang Laga yang juga menginginkan puteri. Akhirnya terjadi peperangan. Ronggeng dipanah dan berganti wujud, kembali menjadi Jaka Simping, yang tiada lain adalah Rd. Panji. Sinjang Laga akhirnya dapat dikalahkan. Jaka Simping kemudian memunyai anak kembar yang diberi nama Dewi Katolan dan Pamotan. 


Objek Wisata Lainnya