Kerodong

01-11-2011 Cirebon Regencies 26147 viewed

Print


Kerodong adalah bagian busana topeng Cirebon yang dikenakan pada bagian punggung yang berjuntai dari pundak sampai batas pinggang dan di bagian depannya melintang sampai pada bagian dada. Kerodong adalah selendang yang dilipat menjadi setengah dari lebar asalnya. Demikian pula panjangnya dilipat menjadi setengah dari panjang asalnya. Dari ujung lipatan itu, lebar tengahnya kemudian dijahit dengan tiga atau empat buah penitik sampai mencapai panjang yang akan menutupi bagian punggung. Ukurannya ditentukan berdasarkan panjang lengan penari (± satu hasta). Sebagian panjangnya tidak dijahit dan dibiarkan agar lipatannya tidak menyatu. Ketika dikalungkan maka bagian yang terjahit itu akan menutupi punggung, sedangkan bagian yang tak terjahit terbelah menjadi dua dan melintang di antara dada kiri dan kanan penari. Ada pula yang dipakai tanpa dilipat sehingga menutupi seluruh punggung dan tubuh penari. Pemakaian seperti ini bisa kita lihat pada topeng gaya Losari.
Batik lokcan biasanya terbuat dari sutera, bermotif burung Phoenix kombinasi dengan tumbuh-tumbuhan. Kata lokcan itu sendiri berasal dari bahasa China yaitu lo = biru, dan can = sutera. Lokcan adalah kain sutera yang diwarnai dengan warna biru. Panjangnya sekitar 3 meter dan lebar 50 cm. Batik ini sudah terkenal sejak sebelum abad ke-19 dan diproduksi di daerah Lasem. Perkembangan batik ini sangat luas meliputi daerah Demak, Kudus, Pekalongan, Cirebon, bahkan sampai Sumatera, Minahasa, dan Maluku. Selendang batik motif tersebut pada jaman dahulu termasuk barang berharga dan hanya dipunyai oleh orang-orang tertentu, terutama orang kaya.Kerodong is part fashion Cirebon mask worn on the back dangling from the shoulders to the waist and at the boundary transverse to the front on the chest. Kerodong is a scarf that is folded into half the original width. Similarly, the length is folded into half of the original length. From the hem of it, the width of the middle and then sewn with three or four pieces penitik until it reaches a length that will cover the back. The size is determined based on the long arm of the dancer (± one cubit). Part of a length not allowed to be stitched and the pleats are not fused. When worn around the sewn parts that will cover your back, while the part that was split in half and sewn across the chest between the left and right dancer. Some are used without folded so that it covers the entire back and the body of a dancer. Use of this we can see on the mask style Losari.

Lokcan batik usually made of silk, patterned bird Phoenix combination with herbs. Lokcan word itself comes from the Chinese language that is lo = blue, and can = silk. Lokcan is silk dyed in blue. About 3 meters in length and width of 50 cm. Batik has been known since before the 19th century and produced in the region Lasem. The development of batik is very broad covering areas Demak, Holy, Pekalongan, Cirebon, even to Sumatra, Minahasa, and the Moluccas. Scarves batik motif in ancient times, including valuables and only possessed by certain people, especially the rich. 



Another Destination