Rudamala - Cerita Panji

12-12-2011 Kabupaten Cirebon 25278 baca

Print


Puteri yang tengah sakit berusaha untuk disembuhkan dan raja menyuruh Demang Melaya Kesumah untuk mencari obatnya. Demang pun berangkat.
Di jurang Gada Merdana, Rudamala yang tengah bertapa kedatangan Demang Melaya Kesumah dan menceritakan bahwa ia tengah mencari obat yang bisa menyembuhkan Candrakirana. Rudamala kemudian menyanggupi untuk menyembuhkan puteri namun minta digendong dan minta agar ketika ia sedang mengobati puteri tidak diketahui orang lain.
Setibanya di Orawan, Demang Melaya Kesumah ditanya ratu dan ia menceritakan bahwa ada dukun yang bisa menyembuhkan puteri asal saat mengobatinya tidak kelihatan orang lain. Dukun kemudian disuruh masuk ke kaputren.
Dewi Candrakirana yang kedatangan orang berparas jelek merasa kaget. Rudamala kemudian merubah wujudnya menjadi wujud asal, yakni Kudawanengpati. Candrakirana
mengetahui bahwa orang yang ditakutinya adalah tunangannya. Namun orang lain yang melihat masih tetap sebagai orang jelek.
Datang Klana Sudarsa dan ia mengetahui bahwa puteri tengah bersama orang jelek (Rudamala). Klana napsu dan Rudamala dipanah. Wujudnya hilang dan menjadi Kudawanengpati. Terjadi perang sengit antara Klana dan Kudawanengpati. Klana dapat dikalahkan.
Keributan antara keduanya diketahui Prabu Lembu Jaya Miluhur, ia kemudian menyuruh Patih Jayabadra membantu Klana. Akan tetapi ia tak sanggup melawan Kudawanengpati. Kemudian ia segera menemui Lembu Jaya Miluhur dan saudara-saudaranya yaitu Kili Paduganata, dan Patih Jayabadra untuk meminta bantuan. Kudawaneng Pati dikeroyok, namun ia lebih sakti dan semuanya terbunuh. Lembu Jaya Miluhur dibunuh, kemudian mati dan menjadi badan ular. Kili dibunuh, mati menjadi darah, dan Patih Jayabadra mati menjadi ekor ular.
Diceritakan bahwa Gajah Suandana tengah berada di alun-alun dan mendengar ada keributan di dalam keraton. Ia pun segera datang dan menemukan badan ular. Badan ular dilemparkannya dan jatuh di tapal batas negara Parang Garuda dan Pulau Ular.

Rudamala yang sebenarnya adalah Raden Kudawanengpati, kemudian resmi menikah dengan Candrakirana. Negara kemudian diganti namanya menjadi negara Melawati. Sedangkan Gajah Suandana kembali ke tempatnya semula. Kemudian Panji Tambak Baya, Sekartaji, dan saudara-saudaranya datang menemui Kudawaneng Pati. Semua merasa gembira Akhirnya, Raden Kudawaneng Pati diberi nama Raden Jayaningrat dan diberi sebuah kerajaan. Dari pernikahannya dengan Candrakirana, ia memunyai seorang anak perempuan yakni Dewi Kemudaningrat. Panji Tambak Baya kemudian memerkenalkan anak yang satu lagi yakni Raden Gagak Pernala dan dua orang anak kembar Dewi Kokolan dan Pamotan. Kemudian Panji Tambak Baya dan saudara-saudaranya pulang ke Jenggala. 



Objek Wisata Lainnya