Honghongan

-- 2591 baca


Hong-hongan, demikian nama permainan anak-anak atau kaulinan barudak pada masa lalu yang kini telah punah. Permainan ini sama dengan ucing sumput (petak umpet). Bedanya, Hong-hongan biasanya memakai tiang sebagai patokan bagi anak yang dianggap jadi “kucing”, yakni anak yang akan mencari teman-temannya yang bersembunyi. Misalnya, Si Pulan yang kebagian menjadi “kucing” menutup matanya sambil bersandar di tiang dan tidak boleh melihat teman-temannya yang akan bersembunyi. Tiang tersebut dijaganya agar tidak tersentuh oleh mereka yang bersembunyi. Permainan ini biasanya dilakukan oleh lebih dari empat orang anak.
Si Pulan yang menjadi “kucing” itu biasanya berusaha untuk mencari teman-temannya yang bersembunyi ke sana ke mari sambil tetap waspada agar tiang tak disentuh oleh yang bersembunyi. Jika salah seorang di antara mereka terlihat, maka Si Pulan akan berteriak: “Hong si Pulani . . .”. “Hong si Anu . . . Demikian seterusnya sampai semua teman yang terlihat itu di-hong-kan oleh Si Pulan. Jika teman yang bersembunyi itu ketahuan, maka ia tidak boleh bersembunyi lagi sebelum tiang yang dijaga Si Pulan itu disentuh teman lainnya. Akan tetapi jika tiang yang tengah ditinggalkan Si Pulan itu dapat disentuh oleh temannya yang bersembunyi, maka ia akan berteriak: “Butuuul . . . atau “Cambaaaaal. Jika demikian, maka Si Pulan akan tetap menjadi “kucing” dan mereka yang sudah ditemukan dapat bersembunyi kembali. Si Pulan akan diganti oleh “kucing” yang lain jika teman-temannya yang bersembunyi itu telah dapat di-hong-kan semuanya. Biasanya, orang yang pertama kali di-hong-kan itulah yang akan menjadi “kucing” berikutnya. Demikian seterusnya.

Penulis: Toto Amsar Suanda
 


Kata lainnya