Sari Oneng – Gamelan

-- 2426 baca


Sari Oneng adalah nama gamelan koleksi Museum Prabu Geusan Ulun. Gamelan ini dibuat di Mataram dan merupakan hadiah kemenangan atas pertandingan mengadu kemiri antara Senopati Sumedang dengan Senopati Mataram (belum diketahui siapa nama Senopati) pada masa pemerintahan Pangeran Panembahan atau Pangeran Rangga Gempol III (1656-1706). Satu lagi Gamelan Sari Oneng Parakan Salak yang dibuat di Sumedang pada tahun 1825 yang rancaknya dibuat di Thailand dari kayu besi. Gamelan ini pernah dipamerkan di Amsterdam (1883) pada acara pameran teh sedunia. Pada tahun 1889 juga dipamerkan pada acara exposition promosi The Chicago, Amerika Sertikat. Gamelan ini kemudian diserahkan kepada Bupati Sukabumi R.A.A. Seoria Danoeningrat dan ketika beliau meninggal pada tahun 1975, ahli warisnya menitipkan gamelan tersebut kepada pengelola museum Prabu Geusan Ulun.
Lagu-lagu yang biasa dimainkan dalam gamelan Sari Oneng, di antaranya:
1.    Soropongan – Dalem Bintang Aria Koesoemahdilaga (1919-1937)
2.    Surasari – Pangeran Koesoema Dinata (Pangeran Sugih) 1834-1882
3.    Barong – Adipati Aria Koesoemahdilaga (1919-1937)
4.    Sonteng – Pangeran Aria Soeria Atmadja (Pangeran Mekah) 1882-1919
5.    Paksi Nguwung – Adipati Aria Soerya Natadibrata
6.    Candirangrang - Adipati Aria Soerya Natadibrata
7.    Gordah – Adipati Soerialaga 1765-1773
8.    Wani-wani – Pangeran Koesoema Dinata (Pangéran Sugih) 1834-1882
9.    Amengan – Pangeran Koesoema Dinata (Pangeran Sugih) 1834-1882
Lagu-lagu tersebuit biasanya disajikan dalam acara-acara khusus seperti ritual, hajatan para dalem, penghormatan tamu, kalangenan para dalem. Kini, gamelan tersebut juga ditabuh secara rutin pada tiap hari Minggu sekaligus sebagai pengiring Tayuban dan tari-tarian di lingkungan Museum Prabu Geusan Ulun.
Waditranya terdiri atas: saron pangbarep, saron panempas, demung, peking, gambang, ketuk, jenglong, bonang, rincik, rebab, kendang, goong, dan kecrek. Di belakang bilahan-bilahan dan penclon waditra gamelan tersebut terdapat tulisan Sari Weneng yang berbeda dengan nama gamelan yang sekarang dikenal. Gamelan ini pada sekitar tahun 70-an pernah direkam ke dalam bentuk reel to reel dan direkam ulang oleh Yayasan Tikar Media Budaya Nusantara pada tahun 2012. Lagu-lagu yang direkam terdiri atas Soropongan, Surasari,  Barong,  Sonteng, Paksi Nguwung, Gordah,Wani-wani, dan  Amengan.

Penulis: Toto Amsar Suanda
 


Kata lainnya