Ensiklopedia

Sumping

Sumping (bukan bahasa Sunda) adalah salah satu asesoris yang menempel di sisi kiri-kanan busana bagian kepala penari topeng yang disebut sobrah atau tekes. Bentuknya mirip dengan sebuah untaian bunga. Panjangnya (untuk ukuran orang dewasa) biasanya sekitar satu hasta, dan untuk ukuran anak-anak biasanya lebih pendek. Berjuntai dari atas selanjutnya ...

Sobrah-Simbol

Sobrah adalah simbol kesabaran dan ketabahan seorang manusia dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan lika-liku. Kata sobrah itu sendiri diyakini berasal dari kata sobir, sobur, sobaro, sobron,  dalam bahasa Arab yang artinya “yang sabar”, “yang tabah hati”, “bersabar”, “berani atas sesuatu”. Warna sobrah didominasi oleh hitam. Warna hitam selanjutnya ...

Tapak Dara

Dalam pergelaran wayang golek, tapak dara adalah alat untuk menyangga “jagat” (gedebog pisang). Bentuknya seperti jangka dan kedua bagian ujungnya diruncingkan. Salah satu tiang penyangga bagian depan ditinggikan beberapa cm agar “jagat” bagian depan menjadi lebih tinggi.
Tapak dara terbuat dari kayu setinggi ± 70 cm selanjutnya ...

Sesenggak

Senggak adalah suara yang mirip dengan “teriakan”, pada umumnya dilakukan oleh para nayaga (pemusik) atau pemain lainnya secara bersahut-sahutan yang dimaksudkan untuk meramaikan situasi atau untuk memberi kesan gembira dan hiruk pikuk. Senggak  bisa kita dengar dalam berbagai pertunjukan kesenian, seperti kiliningan, wayang golek, wayang kulit, tari, bujangga, selanjutnya ...

Sobrah atau Tekes

Kostum sebagai penutup kepala topeng Cirebon disebut sobrah, topong gépéng, atau tekes (Jawa), gambuh (Bali). Sobrah iku tutuping mastaka kang gempengané malang ing tengah-tengah mastaka, kata para dalang topeng Cirebon. (sobrah itu penutup kepala yang di tengah-tengahnya ada bagian yang pipih). Bahannya terbuat dari ceting dan rambut. Bentuknya selanjutnya ...