Tampomas, Siapa Takut?

Tgl. Update : Minggu, 25 Maret 2012 Lihat: 20195

MEMILIKI ketinggian 1.684 meter di atas permukaan laut, Gunung Tampomas merupakan salah satu gunung berapi yang memiliki areal terbuka sekitar 1 hektare di puncaknya. Kawasan itu sering digunakan sebagai tempat untuk berkemah oleh mereka yang mengunjungi objek wisata yang terletak di empat kecamatan di Kab. Sumedang ini. Keempat kecamatan tersebut yaitu Kec. Buahdua, Conggeang, Sindangkerta dan Kec. Cibeureum. 
 
Harus diakui, lokasi puncak Gunung Tampomas yang disebut dengan nama Sangiang Taraje dengan 1 ha areal terbuka ini, memiliki nilai estetika tinggi. Sebab dari tempat ini wisatawan dapat menikmati pemandangan alam yang indah ke arah Sumedang dan sekitarnya. Selain itu, di kawasan ini juga terdapat lubang-lubang bekas kawah dan batu-batu besar berwarna hitam, sehingga semakin menambah kekayaan imajinasi bagi yang melihatnya.
 
Tak hanya Sangiang Taraje, Gunung Tampomas juga memiliki makam keramat yang letaknya sekitar 300 meter ke arah utara puncak Sangiang Taraje. Tempat ini lebih dikenal dengan nama Pasarean. Konon, kedua makam keramat yang ada di Pasarean itu merupakan patilasan Dalem Samaji dan Prabu Siliwangi.
 
Layaknya gunung berapi lainnya yang ada di Indonesia, Gunung Tampomas juga memiliki sumber air panas. Lokasinya terletak di kaki Gunung Tampomas sebelah utara, dengan debit 202 liter per detik. Keindahan alam dengan flora dan faunanya, juga masih asli alias belum terjamah tangan-tangan jahil.
 
Sebagai gunung yang termasuk stratovolcano, Tampomas memiliki flora dengan tipe hujan pegunungan. Seperti beraneka ragam jenis pohon-pohonan berkayu, serta jenis-jenis dari golongan liana dan epiphyt. Namun jenis tumbuhan yang mendominasi yaitu jamuju, rasamala, dan saninten. Sedangkan hewan satwa liar yang hidup di kawasan ini, seperti kancil, lutung, babi hutan, serta beberapa jenis burung.
 
Untuk mencapai puncak Gunung Tampomas, terdapat tiga jalur pendakian. Yaitu jalur Cibeureum, Padayungan, dan jalur Narimbang. Namun dari ketiga jalur tersebut, yang sering dipakai untuk pendakian yaitu jalur Cibeureum. Alasannya, karena relatif lebih cepat dari pada jalur lainnya, yaitu sekitar 3 jam perjalanan. Sedangkan untuk jalur Padayungan dan Narimbang, memerlukan waktu lebih lama yaitu antara 4-5 jam perjalanan.
 
Meski terbilang tidak terlalu tinggi bila dibandingkan dengan gunung-gunung lainnya, namun untuk kepentingan wisata Gunung Tampomas harus diakui memiliki keunggulan tersendiri. Sebab dari kawasan ini wisatawan dapat menikmati panorama alam yang begitu menawan, dengan udaranya yang masih sangat sejuk.
 
Untuk mencapai lokasi Gunung Tampomas sangat mudah, karena rutenya dilalui angkutan umum atau terletak di sisi jalan raya. Bagi wisatawan yang datang dari Jakarta, tinggal keluar dari Tol Cileunyi menuju Sumedang-Cibeureum Wetan-Cimalaka sejauh 53 km. 
 
Sedangkan bagi yang datang dari Cirebon-Kadipaten-Cibeureum Wetan sejauh 74 km. Dari Cibeureum Wetan- Cimalaka menuju lokasi (pintu masuk kawasan) sekitar 6 km, dengan kondisi jalan berbatu. Lalu dari sini pengunjung harus berjalan kaki sekitar 3 jam untuk sampai ke Puncak Sangiang Taraje.
 
Saat mendaki melalui jalan setapak, akan ditemukan beberapa pos karcis yang merupakan pintu masuk ke kawasan Taman Wisata Alam Gunung Tampomas. Di sepanjang perjalanan kalau memang sedang beruntung, pengunjung dapat melihat satwa liar seperti monyet hitam (lutung), kijang, babi hutan, dan lain-lain.
 
Semua rasa lelah seakan terbayar saat tiba di puncak Sangiang Taraje. Sebab panorama alam yang ditawarkan memang sangat indah, dengan letupan-letupan kecil dari kawah yang berupa ceku-ngan besar mengepulkan asap belerang. Kawahnya berupa cerukan atau rekahan seperti jurang sempit. Katanya kadang-ka-dang juga mengeluarkan bau belerang, tapi saat itu tidak tercium bau apa-apa. Sangat unik memang. Untuk membuktikannya, ayo ke Gunung Tampomas.

(efrie ch./ "GM")** 



   
Artikel Lainnya