Babancong, Ikon Garut yang Bersejarah

Tgl. Update : Kamis, 26 April 2012 Lihat: 4349

INILAH.COM, Garut - Sebagai sebuah kota kecil dengan wilayah geografis sangat luas, Garut memiliki cukup banyak bangunan bersejarah. Salah satunya dapat dikatakan merupakan ikon kota Garut.
 
Bangunan tersebut berupa sebuah bangunan kecil monumental nan unik disebut Babancong yang konon hanya ada satu-satunya di Indonesia.
 
Babancong yaitu sebuah bangunan kecil mirip pesanggarahan berbentuk panggung di sisi selatan alun alun atau Lapangan Oto Iskandardinata Garut. Luasnya mencapai sekitar 15 meter persegi dengan tinggi panggung atau kolong sekitar 2 meter. Terdapat delapan tiang penyangga atap berketinggian sekitar 7 meter.
 
Bagian mukanya persis menghadap Alun alun. Sedangkan bagian belakangnya mengarah ke Gedung Pendopo, dan rumah dinas Bupati yang disebut Pamengkang. Di bagian belakang itulah terdapat tangga dan pintu masuk Babancong.
 
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, Yatie Rochayati, didampingi Kepala Bidang Kebudayaan, Warjita, Sabtu (21/4), Babancong didirikan bersamaan dengan pendirian Gedung Pendopo, Alun alun, Masjid Agung, dan kantor Karesidenan pada waktu pembangunan ibu kota Kabupaten Limbangan pada tahun 1813.
 
Pada tahun itu pula muncul sebutan Garut yang belakangan menjadi nama Kabupaten Garut, menggantikan nama Kabupaten Limbangan.
 
Kendati sudah berusia ratusan tahun, bangunan Babancong dengan arsitekturnya yang unik masih tetap berdiri kokoh.
 
"Bangunan ini mengalami renovasi lebih dari tiga kali. Ini harus tetap dilestarikan karena termasuk bangunan cagar budaya," kata Warjita.
 
Dahulu, Babancong berfungsi sebagai tempat para pembesar negara berpidato, menyampaikan pengumuman, atau menyaksikan berbagai keramaian di Alun alun.
 
Di Babancong inilah Presiden Pertama RI, Soekarno, berpidato di hadapan ribuan massa, dan sempat menyebut Garut sebagai "Kota Intan".
 

Kota yang tertata baik, dan bersih dengan atap-atap bangunan berkilauan layaknya intan.[ito] 



   
Artikel Lainnya